Sabtu, 28 Maret 2009

Rengkuh Aku......

Rengkuh Aku...

"Sesunguhnya keimanan kalian akan menjadi usang
seperti usangnya pakaian. Maka mohonlah kepada Allah
supaya senantiasa memperbaharui keimanan dalam hati kalian"
(H.R. al-Thabrani dan al-Hakim)

Ya Rabb...
Adakah kutangisi maksiatku
dan terus kunikmati
Adakah kuperdaya taubatku
dan kupermaini
Ya Rabb...
Sungguh hati ini tlah beku

Siapa bilang Kebekuan hati(futur) itu menyenangkan.
futur betul2 menyiksaku.
Sakit...
Sakit...
Sakit...
merasuk ke sukma
menggerogoti sanubariku.

Kosong...
menatap dinding yang tlah kusam
Lama kumenerawang untuk mendapatkan setitik sinar
tapi gelap kurasa.

Dinding kamar kosku semakin terasa sempit
menghimpit diriku

merana dalam sepi
terkujur lemas dalam relung
Diri Terasing dalam keramain
Terlalu sering Ya Rabb kumerasakannya


Ya Rabb..
Rengkuh Aku dalam Pelita-Mu
Rengkuh Aku dalam Cahaya-Mu
Ya Rabb....
Rengkuh Aku dalam Petunjuk-Mu

bersambung......
Robiatul

Rabu, 18 Maret 2009

Berduka dalam tenang

Berduka dalam tenang
(Azimah rahayu)

Duka ini,
Adalah duka yang tenang:


Sepenuh kesungguhan
Aku menutup sepenggal episode kebersamaan
Sepenuh kesadaran
Aku bangun dari sebuah mimpi kehidupan
Sepenuh jiwa
Aku menguburnya dalam kenangan masa silam
Sepenuh keyakinan
Aku menghantarnya pergio
Dari jalan panjang hidupku ke depan

Aku berduka, dengan duka yang tenang:
Atas keyakinan,
Kehilangan ini adalah wajar adanya
Atas kepastian,
Proses hidup memang demikian jalannya
Atas kepercayaan, esok kan datang yang lainnya
: Aku berduka dalam tenang


Kisah Kami..

Awalnya ini adalah sebuah kisah tentang sembilan perempuan, dipertemukan oleh-Nya dengan satu tekad bisa berjuang bersama dari masing-masing hanya satu minggu ya hanya seminggu pertemuan yang singkat namun cukup bermakna bagi tiap-tiapnya, ^^
Mereka adalah

Liez, Azizah Bintang, Sefri,Indah, Yuni Cahya, Fitri Dewi Usman (pipit),Yuni Cahya, Fitriani Malawat (ria), Nirwana (nini)warna generasi yang kontras bukan...^_^,agenda MUKTAMAR KAMMI tentu agenda yang tidak mungkin tenggelam begitu saja didalam ingatan,mmm.... banyak suka,duka, sampai cerita yang bila diingat akan menggelitik. yah... tapi adalah masa lalu, masih bertumpuk agenda dakwah membutuhkan konsistensi, iya kan ukh...
Kerja Dakwah nan panjang belum usai, mmm...... belum lagi amanah ortu...mimpi dan harapan besar digantungkan pada kami. sadar kita tidak mungkin bersama selamanya,satu demi satu dari kami harus pergi demi menggapai cita,harap didada dapat dipertemukan kembali, dakwah harus ditabur di segenap bumi Rabbi Izzati ini, jangan pernah merasa lemah, biarlah lemah mengejarmu sampai lelah............saudariku yang ku sayangi teruslah berjuang,sekalipun kita tidak dapat bertemu namun doaku tulus semoga Allah slalu bersamamu dalam perjalanan dakwah yang bertabur cadas ini, amien.
(Asyifa)