Kamis, 30 April 2009

Suara Hatiku

Syair ini kupersembahkan untuk teman-teman, Saudara-saudari, Kakak Adik,
Akhi Ukhti yang sedang dalam kebimbangan ingin menyempurnakan setengah diennya
Dan syair ini terkhusus kutujukn kepada Syaza Rabiah,Kakakku yang Termanis Ukhti Irma S. Sos di Enrekang dan Kakakku TerciNta Sukma Dewi, S.Sos

Duhai Sahabat dengarlah Suara hasrat hatiku!

Apabila telah tiba masaku untuk segera mengakhiri lajangku
Dengan segenap kemampuan Allah berikan
Insya Allah janjiku segera kutunaikan

Tapi bila kuraba dalam hati
Datang seruntun pertanyaan silih berganti
Adakah semua kulakukan terlalu dini?
Berdekuk jantung di dada kendalikan diri

Namun pernikahan begitu indah kudengar
Membuatku ingin segera melaksanakan
Namun bila kulihat aral melintang bungkam
Hatiku selalu maju mundur dibuatnya

Akhirnya Aku segera tersadar
Hanya pada Allahlah tempat Aku bersandar
Yang akan menguatkan hatiku yang terkapar
Insya Allah azamku akan terwujud lancar
[Suara Persaudaran]





Robiatul
Awal tahun 2009
Kamar kos tercinta, Pondok NE

Titip Rindu Buatnya

Kutitip rindu untuknya….

Kuingin memelukmu
Ku ingin menciummu
Kuingin mendekapmu erat
Kuingin tak melepasmu lagi…
Lagi…dan
Lagi.

Di manakah engkau berada?
Masihkah Kau mengarungi lautan ganas di luar sana?
Adakah Matahari yang membakar kulitmu?
Berapa lama lagi?
Berapa jauh lagi yang harus Kau tempuh untuk memenuhi amanah itu?

Oh………………
Hati merindu
Tak terbendung
Oh…dinginnya malam
Sampaikan salamku padanya
Oh…gelapnya malam
Sampaikan suara hati ini padanya
Oh…hati yang kalut secercah harapku tuk bertemu dengannya,

Oh……Ya Rabb…
Kutitip rindu untuk Bapak….
********************************************************************

Syair di bawah ini pasti tak asing lagi bukan?
Syair yang mengutarakn suara hatiku saat ini.
Semoga dia mendengar jeritan ini.

“Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah
Meski nafasmu kadang tersengal
Memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari kini kurus dan terbungkuk
namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia”

Bapak………dalam hening kumerindu

Ya Rabb... “TITIP RINDU BUAT BAPAK”

Robiatul
18 April 2009
Kamar kos tercinta, Pondok NE
Pk.19.20 WITA

Minggu, 12 April 2009

sang pecinta...

CINTA
begitu banyak bahasa yang mewakilinya
CINTA
sepertinya manis seperti coklat

hmmmm
apakah kau seorang pecinta?
pecinta yang memotong senja
seperti kata seno gumira..
lelaki itu mengirim sepotong senja untuk terkasihnya

...
silahkan lanjutkan definisi cintamu...
karena aku takut menjadi pencinta

merasakannya pun aku tak sangup

apakah kau pecinta?
yang menemani sang ibu saat sakit
menggantikan pengorbanan sang Ayah untuk sesuap nasi?

apakau kau pecinta?
yang bersimpuh padaNya
saat semua orang pulas dengan mimpi...

hanya ini yang dapat kuberi...
bagaimana dengan kau??

*by.kerudung-putih