Tampilkan postingan dengan label Tafakur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafakur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Januari 2010

"Lantunan Syair Wanita"

Syair yang kukutip dari sebuah buku menarik hati dan kuabadikan dalam note kecil dalam hp mungilku.

Yah...Kusuka syair ini...
Kupersembahkan untuk semuanya....
Ikhwafillah.

Selagi pandangan matamu berkeliaran
Segala pemandangan kan membebani hati
Kau pandang segala sesuatu di luar kemampuan
Sebagian hati tiada kesabaran lagi

Segala peristiwa berawal dari pandangan mata
Jilatan api bermula dari setitik bara
Berapa banyak pandangan yang membelah hati
Laksana anak panah yang melesat dari busurnya
Selagi manusia masih memilki mata untuk memandang
Dia tak pernah lepas dari bahaya yang menghadang
Terasa senang di permulaan dan ada bahaya di kemudian hari
Tiada ucapan selamat datang dan ada bahaya saat kembali.

Penyakit yang mungkin setiap orang tak luput darinya.


Bukankah Allah menjadikan mata sebagi cerminan hati.
Jika seseorang menahan pandangan matanya,
berarti dia menAhan syahwat dan keinginan hati.
Dan sebaliknya, jika dia mengumbar pandangan matanya,
berarti dai mengumbar syahwat hatinya.

Dia, Cerminan Hati.
Hatiku,
Hatimu,
Hati Kalian,
Hati Mereka.
Hati Kita Semua.

Hati-hati menjaga Hati!

Makassar, 28 November 2009

Robiatul

"Di antara 2 Pilihan..."


Tua itu pasti, dewasa itu pilihan.
Kehidupan adalah keniscayan, menang dan kalahnya,
sukses dan gagalnya adalah pilihan.
Kematian adalah kepastian,

Siap dan tidaknya dalam menyambutnya adalah pilihan.
Adanya alam kubur adalah keharuan,
Bahagia atau celak di dalamnya adalah pilihan.

Surga dan Neraka adalah ketetapan,
masuk dan tidaknya adalah pilihan.

Terserah Anda, mau ke mana dan mau berbuat apa.

You are freedom of choose!
Yang pasti, Anda akan mendapat apapun yang Anda tanm dalam HIDUP ini.

Makassar, Kamar....
Rabu, 27 Jan. 2010
Menjelang dhuhur

Robiatul

DEMI MASA...

Bismillahirrahmanirrahim…..

Tak terasa waktu bergulir begitu cepat.
Tahun barukan menjelang

“Demi masa…
Sesungguhnya manusia itu dalam kondisi merugi
Kecuali mereka yang beriman, beramal shaleh, dan berdakwah (saling menasihati untuk kebaikan dan kesabaran)”


Bukankah waktu merupakan sumber daya yang tak dapat diperbaharui.
Tak dapat terulang kembali.
Ya…itulah kaidah waktu.

Detak hati berkata kepada manusia
Sungguh kehidupan hanyalah menit dan detik
Oleh karena itu ingatlah kematian
Sungguh bagi manusia mengingat kematian adalah umur kedua.

Seruntun pertanyaan silih berganti dalam benak

SIAPKAH DIRI?
Berapa umur Kita saat ini?
Berapa banyak amal ibadah yang Kita telah kerjakan pada tahun ini?
Berapa banyak dosa yang Kita lakukan?
SURGA atau NERAKA?
Astaghfirullah…
Pantaskah diri…..?

Teringat syair yang dilantunkan oleh Ibnu Al Jauzi,
syair yang mengoyak kesombongan diri.

“Wahai orang yang umurnya terbatas
dan badannya setelah kematian dimakan ulat!
Aku melihat kamu selalu dalam kekurangan sejak kamu diayunan hingga kamu mendekat saat kematian.
Wahai orang yang usianya yang berjalan dari waktu ke waktu,
Wahai orang yang sakit bekalnya…

Ya Rabb…Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Hari itu akan datang
Hari pembalasan , hari waktu manusia menerima pembalasan amalnya baik atau buruk.
Hari di mana tangan, kaki, anggota badan kita kan menjadi saksi atas perbuatan kita selama di dunia.
Yaumul hisab pasti datang!
Itulah Janji Nya

Ya Rabb…hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan memohon…

Berikan kemashlatan kepada kami,
Agama kami yang menjadi peneguh dalam urusan kami.
Dan berikanlah kemashlatan untuk dunia kami, karena dunia itu tempat hidup dan kehidupan kami
Dan berikanlah kemashlatan untuk akhirat kami, karena akhirat merupakan tempat kembalinya kami

Ya Rabb…jadikanlah kebaikan di akhir umur kami,
Dan jadikanlah sebaik-baiknya amal perbuatan di akhir hayatku,
Dan sebaik-baiknya ketika kami bertemu dengan Mu
Ya Rabb…sesungguhnya kami meminta kepada-Mu perkara yang menyenangkan, kematian yang nyaman, dan tidak dikembalikan pada tempat yang hina dan buruk.

Ya Rabb kami…
Berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindunglah kami dari siksa api neraka.
Amin

Sebelum kumengakhiri tulisan ini perkenankanlah Hamba ya Rabb untuk mengutip perkataan Syibli dari buku “14 Jalan Mencintai Allah “ karya Imam Al Ghazali..
“Aku telah membaca dan menelaah empat ribu hadits.
Sesudah itu, aku pilih satu hadits saja untuk diamalkan.
Selebihnya aku tinggalakan . Sebab setelah kupertibangkan , keselamatanku berada dalam kandungan satu hadits ini.
Ilmu orang yang terdahulu dan sekarang pun berada di dalamnya.
Maka rasanya cukuplah bagiku mengamalkan hadits itu.”

Hadits yang dimaksud Syibli yaitu:
“ Beramallah untuk duniamu sesuai kadar hidup kamu di dalamnya.
Beramallah untuk akhiratmu sesuai kadar kamu di dalamnya.
Dan beramallah untuk Allah sesuai dengan kebutuhanma kapada-Nya.
Serta beramallah untuk neraka sesuai dengan kemampunamu menerima siksa.”



Hayati…
Dan renungkanlah…!

Makassar, Kamis, 17 Desember 2009
Kamar kos Tercinta 23 NE
Pk.12.00 WITA
Robiatul

Selasa, 18 Agustus 2009

Ramadhan Untuk Kita Semua

Hm...hm...bentar lagi Ramadhan.
Puasa lagi deh! Ga bisa ini itu! Bawaannya lemes melulu.
Letih....
Lemah...
Lesu...
Dan tak bergairah.
Bangun sebelum subuh (Sahuuuuuur.....sahuuuuur), mata melek merem nahan ngantuk jadinya main mata ma nasi deh atau malah maem sambil tidur (he, mang bisa ya?) Trus klu malem, mesti taraweh lagi! Nyatet ceramahnya Ustadz (terpaksa coz tugas dari sekolah). Nyebelin abizzz. Aaarrghhh...
Akhirnya Siang dijadian malam, malam dijadiin siang. Weleh..weleh si Komo dateng.
Asyiknya mah pas main petasan rame-rame ma teman, ngagetin kakek nenek yang jantungan sampai-sampai masuk Rumah Sakit. Na’udzubillahi min dzalik.
Trus beli ini beli itu. Pakaian baru, sepatu baru, tas baru, buku baru, seragam baru...Weits, mang Kenaikan kelas ya? Intinya serba baru deh plus tak lupa angpaonya. Eunaaak tenan.
Kaya’ lagu yang satu ini:
“Baju baru alhamdulillah,
Tuk dipakai di hari raya.
Tak punya pun, HARUSLAH PUNYA!”
He..he…Maksa banget!!!
Well, moga para pembaca yang budiman, baik hati, rajin menabung, dermawan, tidak sombong, caem, whatever lah bukan termasuk golongan manusia kaya’ di atas. Aamiin.
Kita seharusnya seneng karena bentar lagi dia kan datang, bulan yang ditunggu-tunggu oleh sejuta umat di planet ini mungkin di planet Merkurius, Venus sampai planet yang terakhir nungguin juga kali...
Sambil bernyanyi,
“ Ramadhan kan tiba
Ramadhan kan tiba
Hore! Hore! Horeee!”

Ramadhan adalah bulan yang paling mulia, harinya adalah hari paling menyenangkan, orang-orang shaleh merasakn kerinduan yang amat mendalam kepada Ramadhan karena Ia jarang berkunjung, lama menghilang, dan Ia datang dengan kerinduan, Ia bersuara kembali setelah lama berpisah maka mari Kita sambut dengan ucapan “Selamat datang wahai tamu yang mulia”
Ramadhan adalah event training yang terbesar di dunia. Diikuti oleh jutaan manusia dari berbagai belahan dunia. Semuanya merasakan lapar dan haus yang sama, merasakan persaudaraan yang sama, serta mersakan pelatihan yang sama untuk menuju tujuan yang sama: puncak taqwa.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu bertaqwa” (QS. Al Baqarah:183)

Ramadhan adalah kompetisi yang menguji ketahanan mental dan fisik kamu. Siapa yang bisa bertahan sampai akhir dan bahkan tetap konsisten sampai ketemu Ramadhan berikutnya. Dialah Pemenangnya!
So, mari siapkan diri untuk kompetisi bergengsi di level dunia akhirat “Ramadhan”
Mari Melompat Lebih Tinggi! Karena Ramadhan untuk Kita Semua.....

Apa lagi yang kurang?

Tahukah Anda bahwa Allah SWT sangat mencintai Kita dan Ramadhan adalah salah satu tanda Cinta-Nya! Mungkin dalam benak terbesit pertanyaan “kalo emang Cinta, apa buktinya ya?”Karena buktilah yang akan menjadi ukuran kesungguhan cinta yang diberikan.
Betulkan?
Simak aja Hadits Shahih yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim di bawah ini:
“Jika Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu, kemudian datang seorang penyeru dari sisi Allah Yang Maha Besar Subhanahu Wa Ta’ala, ‘Wahai pencari kejahatan, berhentilah! Wahai pencari kebaikan, kemarilah!”
Hadits ini menunjukkan kepada kita bahwa Ramadhan adalah momen Cinta yang sangat istimewa. Banyak bonus-bonus istimewa yang hanya diberikan oleh Allah dalam momen yang istimewa ini.

Mau tau bukti-bukti Cinta-Nya?
Cekedout...(*?!?*)
1.Pintu Surga Dibuka
Surga yang di dalamnya terdapat banyak kenikmatan yang belum pernah dirasakan seorang manusia pun di dunia, dibuka lebar-lebar.
Berikut ini beberapa gambaran surga yang dicantumkan oleh Allah dalam bait-bait Surat Cinta-Nya yang menarik untuk disimak:
“Sesungguhnya orang-orangyang bertaqwa mendapat kemenangan.
Yaitu kebun-kebun dan buah anggur,
dan gadis-gadis rmaja yang sebaya,
dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)
di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yangb sia-sia dan tidak pula dusta
Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,
Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya;
Yang Maha Pemurah...”
(QS. An Naba’:31-37)

Apa lagi yang kurang???

2. Pintu Neraka Ditutup
Berulang kali disebutkan dalam Al Qur’an bahwa nerakalah ‘seburuk-buruknya tempat kembali’.
Dan orang-orang yang kafir terhadap Tuhannya memperoleh adzab Jahannam.
Dan itulah seburuk-buruknya tempat kembali” (QS. Al Mulk:6)

Untung ada bulan Ramadhan! Karena CintaNya pada bulan istimewa ini Allah memberikan kado yang begitu istimewa juga buat kita. Neraka yang raungannya menyiksa telinga siapa pun yang mendengarkannya, bakal ditutup rapat-rapat.
Subhanallah...

3.Setan Dibelenggu
Setan beraksi setiap saat, dari atas-bawah-kana-kiri-depan-belakang dan melalui pembuluh darah kita. Jadi, selama kita masih hidup (masih mengalirnya pembuluh darah kita), kita bakal terus dikerjain ma setan. Berduet dengan si nafsu, setan terus beraksi bergelut dengan fitrah.
Nah, di bulan Ramadhan setan dieliminasi dari kompetisi ini. Tinggal si nafsu aja yang beoperasi. Karena para setan, berdasar info dari Rasulullah SAW. dibelenggu.
Eits...tapi jangan ngeremehin si nafsu ya! Ia masih cukup kuat untuk ditalukin oleh kita.

4.Pahala dilipatgandakan
Ga percaya?
Nih buktinya;
“...Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan satu perbuatan baik di dalamnya, dia bagaikan melakukan satu kewajiban di bulan yang lain. Barangsiapa melakukan suatu keajiban pada bulan ini maka dia sama dengan orang yang melakukan tujuh puluh kewajiban di bulan yang lain...”
(HR. Ibnu Khuzaimah dari Salman Al Farisi)
Sunnah dihargai wajib, wajib dihargai 70 x lipat.
Apa lagi yang kurang???
Atau masih kurang?
O...iya dalam matematika Ramdhan, satu ditambah satu itu ga selalu sama dengan dua lo ). Pada saat tertentu, 1+1=30.001 . Rumus ini berlaku jika kita bisa bertemu dengan tamu spesial yang namanya “Lailatul Qadr” atau “Malam Kemuliaan” malam yang lebih baik dari 1000 bulan.
Jadi, kalau sebulan terdiri dari 30 hari, berarti seribu bulankan sama dengan 30.000 hari (bisa ngitungkan?)
Wah Keren abizzz!
Berapa lapis?
Ratusan!
Lebih!
Maka nikmat Rabbmu yang manakah yang kamu dustakan?”
(QS. Ar Rahman;ayat ini diulang 31x dalam surat ini)

5.Dosa-dosa diampuni

Pepatah Arab berkata: Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. So’ pasti kita-kita ini banyak banget dosanya atau sudah jadi gudang dosa? atau bisa jadi numpuk bagaikan gunung.
Astaghfirullah...
Untunglah, Allah Maha Pemurah, Maha Pemaaf, Maha Luas AmpunanNya jauh lebih luas dari kesuksesan kita ngumpulin dosa.
“ Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan keimanna dan mengharap Ridho Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu”
(HR. Al Bukhari adn Muslim dari Abu Hurairah)


Jadi....?
Siapkan Ramdhan Kita!
H2N Sobat!
Hadapi...Hayati...en Nikmati Ramadhan Kita karena...
Ramadhan untuk Kita Semua (Muslim)




Ramadhan...untuk Kita Semua


Robiatul
Akhir Juni
Kamar kos tercinta, 23 Pondok NE

Rabu, 04 Februari 2009

Malam

Di pinggiran sebuah hutan, satu keluarga kelinci mulai beranjak tidur. Malam membatasi gerak anak-anak mereka hanya di sekitar lubang yang menjadi rumah mereka. Walau tak berpintu, anak-anak kelinci seperti melihat dinding tebal antara rumah dan dunia luar.

Seekor anak kelinci bertingkah lain dari yang lain. Sesekali, ia menjulurkan kepalanya keluar lubang. Ia menoleh ke kiri dan kanan mencari sesuatu yang dianggapnya baru. Tapi, tindakan itu dicegah keras induknya. “Jangan coba-coba lakukan itu lagi, Nak!” teriak sang induk marah.

“Kenapa, Bu?” tanya anak kelinci heran. “Kenapa tak satu kelinci pun yang berani keluar lubang di saat malam?”

Induk kelinci menatap anaknya tajam. “Anakku,” ucapnya kemudian. “Malam sangat berbahaya untuk hewan seperti kita. Ketika malam datang, lubang menjadi tempat yang paling aman buat kita,” jelas sang induk kemudian.

“Bukankah tanah di sekitar sini hanya dihuni para kelinci, Bu?” sergah si anak menawarkan sudut pandang lain.

Induknya tersenyum. “Anakku, justru karena malamlah, kita tidak bisa membedakan mana teman dan mana pemangsa. Sabarlah untuk bergerak sekadarnya, hingga siang benar-benar datang!” ucap sang induk kelinci begitu meyakinkan.
**

Malam dan siang memang bukan sekadar pergerakan sisi bumi yang menjauh dan menghadap ke arah matahari. Ada makna lain dari yang namanya malam. Sesuatu yang menggambarkan suasana gelap, tertutup, curiga, dan ketakutan.

Dalam diri manusia pun punya dua suasana itu: malam dan siang. Malam menunjukkan suasana hati yang picik dan dangkal, dan siang menggambarkan kelapangan dada. Pada hati yang terselimuti malam, orang menjadi mudah curiga, senang dengan yang serba tertutup, sulit memaafkan, bahkan berkecenderungan menjadi pemangsa.

Orang bijak mengatakan, siang adalah di mana kita mampu membedakan antara pohon nangka dengan pohon cempedak. Selama kita tidak bisa menangkap kearifan diri kita pada wajah orang yang kita temui, jam berapa pun itu, hal itu menandakan kalau hari masih malam. (muhammadnuh@eramuslim.com)