Minggu, 13 Desember 2009

"Dinda untuk Kakak"

Bismillahirrahmanirrahim...

Teruntuk Cahaya Fajar...

Dia pria yang tampan
Perawakannya tinggi kurus
Rambutnya lurus,tebal dan hitam
Kulitnya tak putih tak juga hitam

Seoarang pria yang selalu ingin membahagiakan keluarganya
Mengemban setengah amanah keluarga
Sanguinis kolerik sifatnya

Dia pria dewasa yang mandiri
2010 rencana hidupnya tuk menggenapkan setengah diennya
Menjemput Dinda inginnya
Maisyah pun di tangannya

Dia pria yang kusayang
Bukan karena fisiknya
bukan karena sifatnya
bukan karena dewasa
maupun kemandiriannya

Tapi kusayang dia karena Allah
Karena darah yang mengalir dalam tubuh Aku dan dia sama
Karena Aku dan dia berasal dari satu rahim yang sama

Yah...Kusayang dia walau kutak pernah katakan padanya
Karena sayang tak selalu harus diungkap

Do'a yang kurangkai untuk dirinya
Agar selalu dalam lindungan-Nya
Asa dan citanya kelakkan terwujud
Meminang Dinda yang dicintainya

Kakak.....
Kakak terima kasih atas kasih dan sayangmu selama ini untuk Adikmu ini.

Senandung pria yang dibawakan oleh Seismic di bawah ini
Adik persembahkan untuk Kakakku yang kusayang karena Allah.

*********
Adalah Engkau dia yang kurindu
Tuk menjadi bunga di hatiku
Menjadi peneduh kalbu
Di perjalananku

Tibalah waktu yang telah kurindu
Tuk selalu bersama denganmu
Tlah terbuka pintu itu
Akad tlah terucap sudah
Dinda... marilah melangkah

Dinda temanilah aku di setiap detikku dengan doamu
Tetaplah di sini di dalam hatiku

Ya Rabbi izinkanlah kami
Untuk terjaga selalu di jalan-Mu

Dinda... doamu laksana pelepas dahaga
Di lelahnya jiwa
Adalah engkau dia yang kurindu
Tuk selalu hadir dihidupku
Mengiringi setiap langkah saat menuju
Acuan hidup ini
*********

Jemputlah!
Entah di mana...

Kakakku Cahaya(Nur) Fajar
Doa Adik selalu mengiringi langkahmu.




Robiatul
Makassar,13 Desember 2009.
Hatiku.

Jumat, 20 November 2009

soerabayakoe

SOERABAYAKOE......

Kan Koekenang selaloe......


"....Hai tentara Inggris!
Kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih
Takloek kepadamu, menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe
Kaoe menyuruh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari Djepang
Oentoek diserahkan kepadamoe.
Toentoetan itoe walaoepun kita tahoe bhwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek
mengngempoer kita dengan seloeroeh kekoetatan jang ada,
tetapi inilah djawaban kita:

" Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah
yang dapat membikin setjarik kain poetih menjadi merah dan poetih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kpada siapapoen djuga!

Saoedar-saoedara ra'jat Soerabaja,
Siaplah keadaan genting
tetap saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka it.
Kita toendjoekan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka
Dan oentoek kita, saoedara-soedara,
Lebih baik Kita hantjur leboer daripada tdk merdeka.

Sembojan Kita 'MERDEKA atau MATI!'
(Cuplikan Orasi Bung Tomo)

Merdeka atau Mati!
Tak ada pilihan lain selian 2 kata itu!

Pena hitam yang kugoreskan di atas lembaran tisu.
Menjadi saksi atas keberanian pahlawanku.
Pahlawan yang kusimpan dalam secarik tisu yang akan membawaku terbang melayang ke masanya.
Msa yang membuat kupercaya bahwa Dia benar2 ada!

Part 1
031109, terbang......
pesawat Mks-Surabaya.