Biru itu Cantik, kataku.
Entah sejak kapan kutergila-gila dengan Biru
Aku jatuh cinta pada pandangan pertama.
Aku jatuh cinta pada pandangan pertama.
Hatiku telah menyatu dengannya.
Biru itu Nyawaku.
Biru itu Hidupku
Biru itu Udaraku, Nafasku
Tak ada yang boleh merenggutnya dariku, kecuali Kau tempat kembalinya Aku dan Biru.
Pemilik Semesta Alam Pemilik Aku dan Biru
Maka kan kuserahkan hidup matiku untuk-Mu
Bukan pada yang lain yang dapat melalaikanku.
Begitupun Biru.
Biru itu Cantik. Itu kataku.
Tapi dia berkata lain, dia bisikkan ke telingaku bahwa Biru itu bukan cantik,
tapi Biru itu suatu rasa yang tak dapat dilukiskan lewat kata.
Di sini! Dia menunjuk debar itu
tapi Biru itu suatu rasa yang tak dapat dilukiskan lewat kata.
Di sini! Dia menunjuk debar itu
Dia ingin merubah Biruku
Aku memberinya peluang untuk membuktikan bahwa biru bukanlah cantik, tapi seperti yang ia katakan.
Debar itu hampir memenuhi rongga dadaku meluluhlantahkanku
Menusuk sukmaku membawaku terbang dengan bianglalanya
Biru itu debar? tanyaku
Senyumnya mencibirku berubah menjadi gelegar tawa
Biru itu Kelabu
Biru itu Mati! jawabnya
Tidak! Kau tak dapat merubah Biruku.
Biru Tak kan Mati
Biru itu tetap Cantik
Kau tak dapat menghapusnya dari ragaku
Kuteriakkan lantang bahwa Biru itu Aku
Aku telah lama mengenalnya sebelum kau tahu apa itu Biru.
Warnaku, Kepakanku, Sayapku
Aku bermetamorfosis menjadi Biru
Kau tak tahu dan takkan pernah tahu
Biru itu Aku
Mks, Ne 23
27 Februari 2010
Ba’da magrib

0 komentar:
Posting Komentar
Ojo lali dikomen yo...!!!