Kamis, 28 Januari 2010

"Kado Terindah Tabo-Tabo"

"Di sini, di kampungnya, semoga akan tercatat kenangan yang jauh lebih indah"
Kutipan kalimat terakhir dari buku CUPIDER-MAN 3G karya S. Gegge Mappangewa ini memberikan inspirasi baru dalam hidupku. Kututup dengan isakan tangis yang dalam. Sosok Yusuf sebagai tokoh utama mengetuk ruas-ruas jiwa, meninggalkan seberkas kisah yang berarti dalam hati ini.

Buku ini merupakn kenangan terindah untukku. Tepatnya di bulan Januari.
"To Fitria Kutunggu karyanya di media". Goresan pena yang penulis torehkan pada halaman pertama buku yang Ia hadiahkan padaku merupakan awal keyakinanku akan slogan yang Ia lontarkan pada training 2 hari lalu " Tak ada bakat, minat pun jadi"

Aku hanya bermodal nekat untuk mengikuti "TOR" yang merupakan singkatan dari Training or Recruitment yang diselenggarakan di Tabo-Tabo, Pangkep tanggal 8-10 Januarai 2010 oleh FLP (Forum Lingkar Pena). Sejak setahun silam, Aku berniat untuk menjadi peserta TOR, tapi impian itu baru terwujud sekarang.

Aku tak peduli tiada kawan yang menemaniku untuk pergi ke sana.
Aku yakin bahwa Aku akan memiliki banyak teman sedari sana dan terlebih lagi Aku tak peduli tiada modal ilmu yang kumilki untuk berkecimpung dalam dunia kepenulisan, malah sebaliknya keyakinanku menguatkan diriku bahwa Aku kan merauk banyak ilmu dan wawasan sepulang dari training itu.
Lebih dari itu, sekarang Aku juga memiliki kenangan yang indah yang mungkin tak dimiliki oleh sebagian orang ataupun orang di luar sana.

Tabo-Tabo... kenanganku bersama mereka yang tak mungkin terlupan, kecuali jika Allah mencabut ingatan itu dariku. Semoga tidak!Terukir dalam rasa yang tak dapat kulukiskan lewat kata. Begitu indah...

Akhirnya ku mulai tersadar dari lamunan panjang akan cita dan asa yang selama ini kuimpikan.


Gamang!
Meradang!
Kian menantang menerjang karang!
Aku datang
Menebar Bintang!

Wahai Kawan dengarkan syair yang Aku dendangkan!



Butterfly terbanglah tinggi!
Setingi anganku...
menjadi penulis



Insya Allah.
Bola Puangku, CilSel, Barru
11 Januari 2010
pk.18.19

Robiatul

"Lantunan Syair Wanita"

Syair yang kukutip dari sebuah buku menarik hati dan kuabadikan dalam note kecil dalam hp mungilku.

Yah...Kusuka syair ini...
Kupersembahkan untuk semuanya....
Ikhwafillah.

Selagi pandangan matamu berkeliaran
Segala pemandangan kan membebani hati
Kau pandang segala sesuatu di luar kemampuan
Sebagian hati tiada kesabaran lagi

Segala peristiwa berawal dari pandangan mata
Jilatan api bermula dari setitik bara
Berapa banyak pandangan yang membelah hati
Laksana anak panah yang melesat dari busurnya
Selagi manusia masih memilki mata untuk memandang
Dia tak pernah lepas dari bahaya yang menghadang
Terasa senang di permulaan dan ada bahaya di kemudian hari
Tiada ucapan selamat datang dan ada bahaya saat kembali.

Penyakit yang mungkin setiap orang tak luput darinya.


Bukankah Allah menjadikan mata sebagi cerminan hati.
Jika seseorang menahan pandangan matanya,
berarti dia menAhan syahwat dan keinginan hati.
Dan sebaliknya, jika dia mengumbar pandangan matanya,
berarti dai mengumbar syahwat hatinya.

Dia, Cerminan Hati.
Hatiku,
Hatimu,
Hati Kalian,
Hati Mereka.
Hati Kita Semua.

Hati-hati menjaga Hati!

Makassar, 28 November 2009

Robiatul