Syair yang kukutip dari sebuah buku menarik hati dan kuabadikan dalam note kecil dalam hp mungilku.
Yah...Kusuka syair ini...
Kupersembahkan untuk semuanya....
Ikhwafillah.
Selagi pandangan matamu berkeliaran
Segala pemandangan kan membebani hati
Kau pandang segala sesuatu di luar kemampuan
Sebagian hati tiada kesabaran lagi
Segala peristiwa berawal dari pandangan mata
Jilatan api bermula dari setitik bara
Berapa banyak pandangan yang membelah hati
Laksana anak panah yang melesat dari busurnya
Selagi manusia masih memilki mata untuk memandang
Dia tak pernah lepas dari bahaya yang menghadang
Terasa senang di permulaan dan ada bahaya di kemudian hari
Tiada ucapan selamat datang dan ada bahaya saat kembali.
Penyakit yang mungkin setiap orang tak luput darinya.
Bukankah Allah menjadikan mata sebagi cerminan hati.
Jika seseorang menahan pandangan matanya,
berarti dia menAhan syahwat dan keinginan hati.
Dan sebaliknya, jika dia mengumbar pandangan matanya,
berarti dai mengumbar syahwat hatinya.
Dia, Cerminan Hati.
Hatiku,
Hatimu,
Hati Kalian,
Hati Mereka.
Hati Kita Semua.
Hati-hati menjaga Hati!
Makassar, 28 November 2009
Robiatul
ILMU JARH WA TA’DIL (Mata Kuliah : Ulumul Hadits)
6 tahun yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar
Ojo lali dikomen yo...!!!