Sabtu, 27 Februari 2010

BIRU ITU AKU


Biru itu Cantik, kataku.
Entah sejak kapan kutergila-gila dengan Biru
Aku jatuh cinta pada pandangan pertama.
Hatiku telah menyatu dengannya.
Biru itu Nyawaku.
Biru itu Hidupku
Biru itu Udaraku, Nafasku
Tak ada yang boleh merenggutnya dariku, kecuali Kau tempat kembalinya Aku dan Biru.
Pemilik Semesta Alam Pemilik Aku dan Biru
Maka kan kuserahkan hidup matiku untuk-Mu
Bukan pada yang lain yang dapat melalaikanku.
Begitupun Biru.

Biru itu Cantik. Itu kataku.
Tapi dia berkata lain, dia bisikkan ke telingaku bahwa Biru itu bukan cantik,
tapi Biru itu suatu rasa yang tak dapat dilukiskan lewat kata.
Di sini! Dia menunjuk debar itu
Dia ingin merubah Biruku
Aku memberinya peluang untuk membuktikan bahwa biru bukanlah cantik, tapi seperti yang ia katakan.
Debar itu hampir memenuhi rongga dadaku meluluhlantahkanku
Menusuk sukmaku membawaku terbang dengan bianglalanya

Biru itu debar? tanyaku
Senyumnya mencibirku berubah menjadi gelegar tawa
Biru itu Kelabu
Biru itu Mati! jawabnya
Tidak! Kau tak dapat merubah Biruku.
Biru Tak kan Mati

Biru itu tetap Cantik
Kau tak dapat menghapusnya dari ragaku
Kuteriakkan lantang bahwa Biru itu Aku
Aku telah lama mengenalnya sebelum kau tahu apa itu Biru.
Warnaku, Kepakanku, Sayapku
Aku bermetamorfosis menjadi Biru
Kau tak tahu dan takkan pernah tahu
Biru itu Aku


Mks, Ne 23
27 Februari 2010 
Ba’da magrib

Selasa, 23 Februari 2010

Estafet Titik

Kelak!
Kan kuurai menjadi titik-titik lainnya

Jangan kau ragu!
Wahai Jiwa yang penuh dengan tanya!
Penantian itu kan berujung di sana

Tak perlu jawaban
Tak perlu ratapan
Tak perlu tangisan

Yang ada hanya senyuman
Yang ada hanya mata berkilauan
Yang ada hanya keyakinan

Harapan?
Yah, karena harapan membuatku hidup lebih lama
Melawan badai amarah

Kelak!
Aku semai titik-titik itu di setiap detik
Hingga hujan rintik-rintik
Mengguyur rasa yang memekik
Menyulam masa yang siap kupetik dari tangkai pohon romantik

Titik-titik itu kan terurai
Menjulurkan tongkat estafet pada titik-titik lainnya

Biarkan ia melanjutkan perjuangannya!



PK 7 Tamalanrea
pk.9.55 pm
kupukupubiru