Bismillahirrahmanirrahim…..
Tak terasa waktu bergulir begitu cepat.
Tahun barukan menjelang
“Demi masa…
Sesungguhnya manusia itu dalam kondisi merugi
Kecuali mereka yang beriman, beramal shaleh, dan berdakwah (saling menasihati untuk kebaikan dan kesabaran)”
Bukankah waktu merupakan sumber daya yang tak dapat diperbaharui.
Tak dapat terulang kembali.
Ya…itulah kaidah waktu.
Detak hati berkata kepada manusia
Sungguh kehidupan hanyalah menit dan detik
Oleh karena itu ingatlah kematian
Sungguh bagi manusia mengingat kematian adalah umur kedua.
Seruntun pertanyaan silih berganti dalam benak
SIAPKAH DIRI?
Berapa umur Kita saat ini?
Berapa banyak amal ibadah yang Kita telah kerjakan pada tahun ini?
Berapa banyak dosa yang Kita lakukan?
SURGA atau NERAKA?
Astaghfirullah…
Pantaskah diri…..?
Teringat syair yang dilantunkan oleh Ibnu Al Jauzi,
syair yang mengoyak kesombongan diri.
“Wahai orang yang umurnya terbatas
dan badannya setelah kematian dimakan ulat!
Aku melihat kamu selalu dalam kekurangan sejak kamu diayunan hingga kamu mendekat saat kematian.
Wahai orang yang usianya yang berjalan dari waktu ke waktu,
Wahai orang yang sakit bekalnya…
Ya Rabb…Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Hari itu akan datang
Hari pembalasan , hari waktu manusia menerima pembalasan amalnya baik atau buruk.
Hari di mana tangan, kaki, anggota badan kita kan menjadi saksi atas perbuatan kita selama di dunia.
Yaumul hisab pasti datang!
Itulah Janji Nya
Ya Rabb…hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan memohon…
Berikan kemashlatan kepada kami,
Agama kami yang menjadi peneguh dalam urusan kami.
Dan berikanlah kemashlatan untuk dunia kami, karena dunia itu tempat hidup dan kehidupan kami
Dan berikanlah kemashlatan untuk akhirat kami, karena akhirat merupakan tempat kembalinya kami
Ya Rabb…jadikanlah kebaikan di akhir umur kami,
Dan jadikanlah sebaik-baiknya amal perbuatan di akhir hayatku,
Dan sebaik-baiknya ketika kami bertemu dengan Mu
Ya Rabb…sesungguhnya kami meminta kepada-Mu perkara yang menyenangkan, kematian yang nyaman, dan tidak dikembalikan pada tempat yang hina dan buruk.
Ya Rabb kami…
Berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindunglah kami dari siksa api neraka.
Amin
Sebelum kumengakhiri tulisan ini perkenankanlah Hamba ya Rabb untuk mengutip perkataan Syibli dari buku “14 Jalan Mencintai Allah “ karya Imam Al Ghazali..
“Aku telah membaca dan menelaah empat ribu hadits.
Sesudah itu, aku pilih satu hadits saja untuk diamalkan.
Selebihnya aku tinggalakan . Sebab setelah kupertibangkan , keselamatanku berada dalam kandungan satu hadits ini.
Ilmu orang yang terdahulu dan sekarang pun berada di dalamnya.
Maka rasanya cukuplah bagiku mengamalkan hadits itu.”
Hadits yang dimaksud Syibli yaitu:
“ Beramallah untuk duniamu sesuai kadar hidup kamu di dalamnya.
Beramallah untuk akhiratmu sesuai kadar kamu di dalamnya.
Dan beramallah untuk Allah sesuai dengan kebutuhanma kapada-Nya.
Serta beramallah untuk neraka sesuai dengan kemampunamu menerima siksa.”
Hayati…
Dan renungkanlah…!
Makassar, Kamis, 17 Desember 2009
Kamar kos Tercinta 23 NE
Pk.12.00 WITA
Robiatul
ILMU JARH WA TA’DIL (Mata Kuliah : Ulumul Hadits)
6 tahun yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar
Ojo lali dikomen yo...!!!